logo-mini

Fotografi Pernikahan dan Teknik Dasarnya

Fotografi Pernikahan dan Teknik Dasarnya

Gak gampang menjalani profesi menjadi fotografer dalam sebuah acara pernikahan, apalagi kalo acaranya dibikin mewah dan padat jadwalnya. Tanpa persiapan bakal kelabakan deh he he…). Kita jangan sampe kehilangan momen-momen berharga dari acara sakral tersebut agar sang mempelai nantinya puas dengan hasil foto Kita. Buanyak sekali tips fotografi pernikahan yg tersebar di internet, salah satunya disini, he he dan jangan lupa kunjungi FanPage kami di Photo Pernikahan + Shooting, disini ada koleksi foto hasil editan tim kami. Jika sobat mencari penjelasan teknis, maka kalian tidak akan menemukannya dalam artikel ini, kami anggap Sobat telah memahami dasar-dasar fotografi seperti konsep exposure triangle, komposisi dasar dan lain-lain.

Pepatah mengatakan “Gagal dalam melakukan Persiapan, sama saja dengan menggagalkan rencana !”. Nah persiapan dimana-dimana apapun itu selalu pegang peranan penting. Dalam fotografi pernikahan persiapan teknis dan nonteknis harus dipersiapkan dengan matang. Sing jelas buanyak sekali aspek fotografer yg harus kita perhatikan, mulai dari timing, pencahayaan, serta komposisi dalam foto yang bercerita dan tidak kaku. Dari ketiga aspek inilah sering diabaikan oleh Mayoritas fotografer. Melakukan pemotretan di acara pernikahan memang cukup menegangkan, apalagi buat fotografer pemula, pasti jantungnya dag dig dug, he he. Oleh karena itu berikut tips-tips dasar fotografi pernikahan buat para pemula khususnya ;

PERSIAPAN

Persiapan adalah kunci dari wedding photography. Kita harus mempersiapkan apa saja yg perlu dipersiapkan, mulai dari peralatan utama, peralatan pembantu, asisten serta kondisi kesehatan fisik kita. Jangan lakukan persiapan saat acara sudah mau dimulai. Lakukan persiapan 1 sampai 2 hari sebelumnya, lalu cek ulang 4 sampai 6 jam sebelum acara dimulai. Hal ini untuk menghindari terjadinya potensi kesalahan besar/ kecil  pada saat acara pernikahan. Buatlah rencana cadangan (antisipasi pernikahan outdoor dengan cuaca buruk), pastikan memory card benar-benar kosong, baterai dalam kondisi penuh, pikirkan tentang rute dan waktu untuk sampai lokasi tepat waktu, urutan pemotretan sehingga kita bisa memahami/ mengetahui momen apa yg akan terjadi berikutnya. Fisik sangat penting mengingat acara yg padat, terutama wedding kalangan menengah ke atas yg menyewa event organizer. Datanglah pada acara gladi resik jika memungkinkan dan memang jika ada acara tersebut, dari situ kita bisa mengumpulkan informasi tentang posisi memotret, pencahayaan, urut-ututan acara dan lain-lain.

DAFTAR FOTO

Bikin daftar Foto yg akan kita ambil. Salah satu tips yg paling membantu dalam fotografi pernikahan adalah berpikir bagaimana mendapatkan hasil foto yang mereka (klien) inginkan pada hari H, sehingga kita dapat berimajinasi kira-kira apa saja yang akan kita foto pada hari tersebut. Membuat poin-poin apa saja yang akan kita foto akan sangat membantu, sehingga kita tidak akan kebingungan harus berbuat apa pada hari H. Dan akan lebih baik lagi jika kita bisa meminta kedua pasangan mempelai untuk memikirkan foto-foto seperti apa yg mereka inginkan pada saat acara pernikahan. HaI ini akan sangat membantu pada saat pemotretan bersama keluarga, pastinya kita tidak ingin ketika menyerahkan hasil foto yg bagus tetapi tidak menyertakan salah satu anggota keluarga dalam foto-foto tersebut bukan?

KOORDINATOR FOTO

Sangatlah merepotkan melakukan pemotretan seluruh anggota keluarga pada saat acara pernikahan, hal ini bisa membuat kita stress !. Umumnya kebanyakan dari mereka berjalan semrawut kesana kemari menemui anggota-anggota keluarga lain, kolega, teman, dan lain-lain. Ini merupakan efek dari suatu pesta dengan semangat kemeriahan, dan yg pasti kita tidak akan sanggup membedakan mana yg anggota keluarga, mana yg tamu undangan.  Lebih susahnya lagi kita pasti tidak mengenal satu-satu anggota keluarga tersebut, ditambah lagi ada dua keluarga yg berkumpul baik itu dari pihak perempuan maupun laki-laki. Untuk mengatasi hal ini, minta bantuan kepada seorang anggota dari keluarga klien untuk menjadi koordinator dalam pengaturan foto keluarga. Dia bisa mengumpulkan orang untuk difoto bersama sehingga ini dapat memudahkan anda untuk mengambil foto tanpa harus kesana kemari mengumpulkan orang-orang tersebut. Anda tinggal diam ditempat (mini studio/didepan panggung) and say “Cheese!” JEPRET!

TINJAU LOKASI

Tips ini agaknya sering kali diabaikan oleh banyak fotografer profesional. Padahal meninjau lokasi sebelum acara adalah hal yg sangat penting. Seperti mengetahui darimana kita memotret, merencanakan angle atau frame foto yg akan kita ambil dan melihat bagaimana kondisi pencahayaan pada waktu yang sama ketika acara pernikahan. Kita nantinya akan memperkirakan seberapa banyak alat yg akan dibawa. Jika berada dalam gedung besar dan tersedia tempat pelaminan, agaknya teknik strobist sangat dibutuhkan untuk kemaksimalan. Bawalah flash eksternal, beserta stand, umbrella reflector serta trigger untuk foto strobist. Jika area tempat diadakannya acara tidak terlalu besar, Anda bisa gunakan kamera dengan flash eksternal yg terpasang pada dudukan atas. Cobalah mengajak pasangan turut serta melihat lokasi, dan mencoba mengambil beberapa foto, siapa tahu bisa menjadi foto ‘PreWedding’.

HARAPAN PASANGAN

Tunjukan pada mereka hasil foto atau portofolio kita, bagaimana style dan cara kita bekerja. Ketahui apa yg ingin mereka dapatkan, berapa banyak foto yg mereka inginkan, acara apa aja yg tidak boleh terlewatkan, hal-hal penting apa yang harus dicatat, hasil cetakan, komposisi foto, dan bagaimana foto tersebut digunakan. Jika mereka tertarik dengan kita, pastikan membuat semacam perjanjian atau deal harga di depan.

KAMERA dan LENSA

Sebaiknya gunakan kamera DSLR, hampir sebagian besar fotografer profesional menggunakan kamera jenis ini. Jika acara padat dan dengan durasi lama, pastikan kita menggunakan dua kamera dengan satu lensa untuk memaksimalkan wide angle dan satu lensa dengan focal length jauh. Hal ini diperlukan karena untuk kebutuhan berbagai gaya, baik itu foto group, interior, serta candid dan portrait. Jangan lupakan juga persiapan baterai yang penuh dan memori card yang kosong untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Matikan semua fitur suara, khususnya pada kamera digital. Hal ini untuk menjaga ke-khidmat-an dan ke-sakral-an acara pernikahan. Suara tersebut bisa membuyarkan ekspresi natural target kita, sehingga target kita akan canggung dan tidak natural lagi. Gunakan dua kamera. Berusahalah mendapatkan kamera lain, entah itu dengan cara memohon atau meminjam ke orang lain. Gunakan dua lensa yg berbeda pada setiap kamera. Idealnya satu kamera dilengkapi dengan lensa wide (bagus untuk candid dan ruang sedikit sempit), dan satu lagi dengan lensa zoom (kalau bisa gunakan lensa yang memiliki focal length maksimal 200mm). Dengan dua kamera berbeda lensa, anda tidak perlu ribet gonti-ganti lensa, kadang ini menimbulkan kesan negatif dari klien.

PENCAHAYAAN LINGKUNGAN DENGAN LAMPU KILAT

Dalam kasus ini, jangan ragu untuk mengetes setiap potretan. Lakukan flash langsung menghadap objek, maupun gunakan teknik bounce. Pilih salah satu yg terbaik dan yg paling pas kemudian sesuaikan. Bila lampu kilat kurang maksimal, jangan ragu untuk menaikan ISO. DSLR modern sudah mampu meminimalisir adanya noise pada ISO tinggi, atau bila ada noise bisa dibersihkan melalui olah digital.

FREEZE yg BAIK

Pastikan kita menggunakan Shutter Speed tinggi saat memotret momen demi momen acara pernikahan. Hal ini dilakukan agar hasil foto akan nampak beku (freeze), tidak kabur, jelas dan tajam. Bahkan mode Continous brust juga bisa dilakukan saat momen paling penting.

POTRET DETIL-DETIL KECIL

Ambillah gambar cincin, pernak-pernik kebaya atau gaun pengantin, bunga, sepatu, penataan interior meja, tempat, saat mempelai berdandan make up, dan lain-lain. Detail-detail kecil tersebut sangat indah bila di foto secara bokeh atau dengan kedalaman ruang tipis. Ini akan memberikan warna dan dimensi pada album pernikahan. Cobalah membuat sebuah album dengan format Wedding Magazine agar lebih memiliki mood ketika pasangan tersebut melihat album tersebut. Foto-foto ini bisa membantu memberikan dimensi ekstra pada awal/akhir album pernikahan. Membaca majalah fotografi tentang pernikahan bisa membantu anda mendapatkan inspirasi.

FOTOGRAFER KEDUA

Memiliki fotografer cadangan dapat menjadi strategi yg hebat. Hasil foto akan lebih bervariasi dan lebih banyak. Hal ini berarti Anda tidak akan bergerak atau berpindah tempat terlalu banyak pada saat acara pernikahan. Dengan membagi tugas, satu khusus untuk memotret formal sedangkan yg satu lagi bisa untuk memotret momen-momen penting (Candid). Memotret sendirian akan memberikan tekanan tersendiri karena kalian akan dituntut menghasilkan foto-foto bagus disetiap momen pernikahan. Dan sangat penting untuk kita memberi arahan kepada fotografer tambahan untuk tidak lari dari konsep yg telah dibangun bersama klien.

JADILAH OBJEK tapi TIDAK MENONJOL

Kebanyakan dari fotografer pemula berpikir bahwa kebebasan mereka adalah absolute layaknya jurnalis. Bebas bergerak sesukanya tanpa memikirkan situasi dan kondisi asal bisa mendapatkan angle atau momen yg bagus. Dalam upacara atau tempat pernikahan terkadang banyak poin-poin sakral yg harus tetap terjaga apa lagi kita dengan budaya dan adat yg kental. Pernah pada suatu waktu saya berusaha mendapatkan momen yg bagus dengan mengabaikan sekitar, yg ternyata keberadaan saya pada posisi tertentu telah merusak suasana hikmad jalannya upacara pernikahan. Karena itu kita harus pintar memilih timing yg tepat untuk dapat memasuki lokasi yg kita inginkan, dan jangan memaksa cobalah 3-5 kali percobaan.

BERANI tapi JANGAN MENCOLOK

Sikap ragu-ragu atau malu-malu tidak akan memberikan foto yg kita cari, terkadang kita harus sedikit berani untuk menangkap momen, bagaimanapun juga timing merupakan segalanya dan berpikirlah untuk mendapatkan posisi yg tepat saat momen penting sehingga tidak mengganggu jalannya acara pernikahan. Bergerak atau berkelilinglah secara efisien, seperti berpindah tempat pada saat pemutaran lagu atau pidato sambutan. Bersikaplah berani ketika mengambil foto-foto penting, terutama foto yang diinginkan oleh kedua pasangan.

MEMANIPULASI CAHAYA

Kemampuan untuk memantulkan atau menyebarkan (diffuse) cahaya flash merupakan kunci dalam Fotografi Pernikahan. Kita pasti banyak menemui sebuah acara pernikahan di dalam gedung yg memiliki kondisi pencahayaan rendah atau temaram, jika kita diijinkan untuk bisa menggunakan flash (beberapa tempat seperti gereja tidak memperbolehkan) lihatlah apakah memungkinkan untuk memantulkan cahaya flash ke langit-langit gedung? (ingatlah bahwa memantulkan cahaya flash pada dinding dengan permukaan bewarna akan merubah warna hasil foto kita), atau pertimbangkan juga menggunakan difuser agar cahaya flash lebih lembut. Gedung acara pernikahan tidak mengijinkan penggunaan flash? maka kalian setidaknya menggunakan lensa cepat dengan aperture lebar atau meninggikan pengaturan ISO. Sebuah lensa yang memiliki fitur image-stabilisation (IS/VR) akan sangat membantu.

Gunakan FORMAT RAW

Mayoritas fotografer tentu merasa tidak memiliki cukup waktu untuk menggunakan format RAW, mengingat butuh proses lebih panjang dalam pasca pemotretan, tetapi acara pernikahan terjadi sekali seumur hidup dan RAW akan sangat berguna karena memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam memanipulasi foto setelah pemotretan. Acara pernikahan terkadang memiliki nuansa pencahayaan yang ‘tricky’, maka dari itu RAW merupakan pilihan bagus guna memanipulasi exposure serta white balance menggunakan perangkat lunak.

Putar Ulang/ Lihat HASIL FOTO saat acara resepsi

Salah satu keunggulan fotografi digital adalah kesiapan media. Beberapa fotografer bahkan selalu membawa notebook atau laptop pada saat acara resepsi pernikahan. Mereka melihat kembali dan membuatnya sebagai slideshow, dan memutarnya pada saat acara malam hari.

Penggunaan BACKGROUND FOTO

Salah satu tantangan dalam Fotografi Pernikahan adalah semua orang selalu bergerak kesana kemari, dan ini berarti background foto kita juga akan berganti-ganti bukan? Idealnya cari BackGround yg teduh, rapi dan tidak ada elemen-elemen benda yg bisa mencuri perhatian penikmat foto pernikahan tersebut.

Jangan Membuang FOTO-FOTO JELEK

Salah satu keunggulan dalam fotografi digital adalah kemudahan mereview foto-foto yg sudah kita ambil, kita bisa dengan mudah menghapus foto-foto yg dianggap jelek. Kita perlu ingat bahwa, foto pada nantinya bisa di-crop atau dimanipulasi untuk memberikan kesan seni atau abstrak dan bisa ditambahkan pada album pernikahan.

MERUBAH PERSPEKTIF

Berusahalah untuk sedikit kreatif dengan jepretan-jepretan kita. Memang pada nantinya foto-foto dalam album akan berupa foto-foto formal atau pose formal, tetapi pastikan kalian untuk menyisipkan foto-foto dengan angle pemotretan dari bawah, atas, dengan wide angle dan lain-lain.

Foto Group TIDAK HARUS TEGANG

Sering kali kita melihat foto-foto grup dari mempelai beserta keluarga terasa kaku dan terkesan tegang. Mungkin banyak fotografer menganggap foto semacam ini lebih formal. Namun ini adalah jaman modern, dimana kita bukan menggunakan kamera film yg harus tetap tegak, berdiam, dan melihat kamera saat di foto. Instruksikan pada keluarga mempelai untuk berfoto lebih santai, tersenyum dan dengan posisi rileks namun tetap terlihat bagus.

FILL FLASH

Ketika memotret di luar ruangan pada saat setelah acara pernikahan atau saat sesi pemotretan, kita sebaiknya tetap membawa flash turut serta, dan gunakan teknik fill flash. Atur kekuatan atau power flash sebanyak satu atau dua stop agar foto tidak terlalu blow-out, tetapi fill flash adalah suatu keharusan ketika pada kondisi subyek yang backlit (terkena cahaya matahari dari belakang) atau pada saat siang hari yang akan mengakibatkan banyak bayangan kuat.

MODE CONTINUOUS SHOOTING

Kamera dengan fitur memotret dalam jumlah banyak pada satu waktu akan sangat bermanfaat pada acara pernikahan. Jika kamera kita mendukung fitur ini, maka gunakanlah. Terkadang foto kedua dari sequence foto adalah foto yg terbaik, karena mereka tampak santai dan telah beradaptasi pada momen tersebut.

BERHARAP APA yg TIDAK DIHARAPKAN

Rencana sempurna pun pada prakteknya bisa saja terjadi kesalahan, tetapi kesalahan tersebut bisa menjadi momen yg sempurna di acara pernikahan. Banyak sekali kesalahan yg bisa terjadi pada saat acara pernikahan, seperti cincin yg terselip dan sulit ditemukan, turun hujan ketika acara resepsi berakhir dan lain-lain. Momen seperti ini tentu akan menyebabkan sebuah kepanikan, tetapi momen seperti inilah yg bisa menciptakan kenangan yg tidak terlupakan. Cobalah mengabadikan momen tersebut, dan kita akan mendapatkan foto-foto lucu yg membuat mereka tertawa.

BE HAPPY

Wedding atau pernikahan adalah sebuah perayaan, dan perayaan seharusnya menyenangkan bukan? Semakin kita merasa senang sebagai seorang fotografer, maka percayalah kita akan semakin santai ketika memotret.

Semoga bermanfaat dan berkah bagi kehidupan kita. Selamat mencoba !!!